tembang malam bersenandung melatari babad hujan di tengah raya kota. sinar lampu dari tiang berkarat - di bawahnya mereka berbisik tentang rumput tentang mimpi tentang sakit dan ghairah
di lintasan berbelang aspal kutemui genangan air mata
pada lumut dinding dan retak simen tersorok lara seusia
heret roda besi di rel el ar ti menyiat dinding dingin tengah malam. mereka berganding tangan mencari makna hangat (dan mendakap laknat)